Senin, 09 April 2012

Membangun Keluarga Islami

Nikah merupakan sunnah Rasul yang sangat sakral, karenanya nikah juga merupakan ikatan yang sangat kuat yang dalam istilah Al-Qur'an disebut dengan miytsaqon ghaliyzho (QS 4:21) yang kata ini digunakan juga untuk menyebut perjanjian antara para Nabi dengan Allah Swt dalam mengemban perjuangan da'wah (QS 33:7). Oleh karena itu pernikahan dan walimatul arusy harus dilaksanakan yang sesuai dengan ajaran Islam. Karena itu pernikahan jangan sampai dinodai dengan hal-hal yang bernilai maksiat. Sesudah pernikahan berlangsung, kehidupan berumah tanggapun harus dijalani dengan sebaik-baiknya meskipun tantangan dan godaan menjalani kehidupan rumah tangga yang Islami sangat banyak.

Untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang islami, ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian suami dan isteri.



1. Memperkokoh Rasa Cinta.

Cinta merupakan perekat dalam kekokohan kehidupan rumah tangga, bila rasa cinta suami kepada isteri atau sebaliknya telah hilang dari hatinya, maka kehancuran rumah tangga sangat sulit dihindari. Oleh karena itu suasana cinta mencintai harus saling ditumbuh-suburkan atau diperkokoh, tidak hanya pada masa-masa awal kehidupan rumah tangga, tapi juga pada masa-masa selanjutnya hingga suami isteri mencapai masa tua dan menemui kematian.



Rasulullah Saw sebagai seorang suami berhasil membagi dan menumbuh-suburkan rasa cinta kepada semua isterinya sehingga isteri yang satu mengatakan dialah yang paling dicintai oleh Rasul, begitu juga dengan isteri yang lainnya.



Berumah tangga itu diumpamakan seperti orang yang sedang berlayar, ketika pelayaran baru dimulai, kondisi di kapal masih tenang karena disamping penumpangnya betul-betul ingin menikmati pelayaran itu, juga karena belum ada kesulitan, belum ada ombak dan angin kencang yang menerpa, tapi ketika kapal itu telah mencapai lautan yang jauh, barulah terasa ombak besar dan angin yang sangat kencang menerpa, dalam kondisi seperti itu saling mengokohkan rasa cinta antara suami dengan isteri menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menghadapi dan mengatasi terpaan badai kehidupan rumah tangga. Pernikahan dilangsungkan dengan maksud agar lelaki dan wanita yang mengikat hubungan suami isteri dapat memperoleh ketenangan dan rasa cinta. Allah berfirman yang artinya: Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menjadikan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS 30:21).



2. Saling Hormat Menghormati.

Saling cinta mencintai itu harus diperkokoh dengan saling hormat menghormati, suami hormat kepada isteri dengan memberikan penghargaan yang wajar terhadap hal-hal baik yang dilakukan isterinya, begitu juga dengan isteri terhadap suaminya dengan menerima apa-apa yang diberikan suami meskipun jumlahnya tidak banyak.



Awal-awal kehidupan rumah tangga selalu dengan masa romantis yang segalanya indah, bahkan adanya kelemahan dan kekurangan tidak terlalu dipersoalkan, romantisme memang membuat penilaian suami terhadap isteri dan isteri terhadap suaminya menjadi sangat subyektif. Tapi ketika rumah tangga berlangsung semakin lama mulailah muncul penilaian yang obyektif dalam arti suami menilai isteri atau isteri menilai suami apa adanya. Dulu ketika masa romantis, kekurangan masing-masing sebenarnya sudah terlihat tapi tidak terlalu dipersoalkan, tapi sekarang kekurangan yang tidak prinsip saja dipersoalkan, dalam kondisi seperti itulah diperlukan konsolidasi hubungan antara suami dan isteri hingga masing-masing menyadari bahwa memang kekurangan itu ada tapi dia juga harus menyadari akan adanya kelebihan.



Dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah Saw, beliau telah mencontohkan kepada kita betapa beliau berlaku baik kepada keluarganya, dalam satu hadits beliau bersabda: Orang yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dengan keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku (HR. Thabrani).



3. Saling Menutupi Kekurangan.

Suami dan isteri tentu saja memiliki banyak kekurangan, tidak hanya kekurangan dari segi fisik, tapi juga dari sifat-sifat. Oleh karena itu suami isteri yang baik tentu saja menutupi kekurangan-kekurangan itu yang berarti tidak suka diceriterakan kepada orang lain, termasuk kepada orang tuanya sendiri.



Meskipun demikian dengan maksud untuk konsultasi dan perbaikan atas persoalan keluarga kepada orang yang sangat dipercaya, maka seseorang boleh saja mengungkapkan kekurangan sifat-sifat suami atau isteri.



4. Kerjasama Dalam Keluarga.

Dalam mengarungi kehidupan rumah tangga tentu saja banyak beban yang harus diatasi, misalnya beban ekonomi, dalam hal ini suami harus mencari nafkah dan isteri harus membelanjakannya dengan sebaik-baiknya dalam arti untuk membeli hal-hal yang baik dan tidak boros. Begitu juga dengan tanggung jawab terhadap pendidikan anak yang dalam kaitan ini diperlukan kerjasama yang baik antara suami dan isteri dalam menghasilkan anak-anak yang shaleh. Kerjasama yang baik dalam mendidik anak itu antara lain dalam bentuk sama-sama meningkatkan keshalehan dirinya sebagai orang tua karena mendidik anak itu harus dengan keteladanan yang baik, juga tidak ada kontradiksi antara sikap bapak dengan ibu dalam mendidik anak dan sebagainya. Keharusan kita bekerjasama dalam hal-hal yang baik difirmankan Allah yang artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran (QS 5:2).



5. Memfungsikan Rumah Tangga Secara Optimal.

Masa sesudah menikah juga harus dijalani dengan memfungsikan keluarga seoptimal mungkin sehingga rumah tangga itu tidak sekedar dijadikan seperti terminal dalam arti anggota keluarga menjadikan rumah sekedar untuk singgah sebagaimana terminal, tapi semestinya rumah tangga itu difungsikan sebagai tempat kembali guna menghilangkan rasa penat dan memperbaiki diri dari pengaruh yang tidak baik serta memperkokoh hubungan dengan sesama anggota keluarga.



Oleh karena itu keluarga harus dioptimalkan fungsinya seperti masjid dalam arti rumah difungsikan juga sebagai tempat untuk mengokohkan hubungan dengan Allah Swt dan sesama anggota keluarga sehingga bisa dihindari sikap individual antar sesama anggota keluarga.



Disamping itu rumah juga harus difungsikan seperti madrasah yang anggota keluarganya harus memperoleh ilmu dan pembinaan karakter sehingga suami dan isteri diharapkan berfungsi seperti guru bagi anak-anaknya yang memberikan ilmu dan keteladanan yang baik.

Yang juga penting dalam kehidupan sekarang dan masa mendatang adalah memfungsikan keluarga seperti benteng pertahanan yang memberikan kekuatan pertahanan aqidah dan kepribadian dalam menghadapi godaan-godaan kehidupan yang semakin banyak menjerumuskan manusia ke lembah kehidupan yang bernilai maksiat dalam pandangan Allah dan rasul-Nya.



Mewujudkan rumah tangga yang Islami merupakan sesuatu yang tidak mudah, banyak sekali kendala, baik internal maupun eksternal yang harus dihadapi. Namun harus diingat bahwa kendala yang besar dan banyak itu bukan berarti mewujudkan rumah tangga yang Islam tidak bisa, setiap kita harus yakin akan kemungkinan bisa membentuk rumah tangga yang Islami, kalau kita sudah yakin, maka kita dituntut membuktikan keyakinan itu dengan kesungguhan. Hal ini karena melaksanakan ajaran Islam memang sangat dituntut kesungguhan yang sangat.



Akhirnya untuk meraih kehidupan rumah tangga yang bahagia, ada baiknya kita telaah hadits Rasul saw berikut ini:

Empat perkara yang merupakan dari kebahagian seseorang, yaitu: mempunyai isteri yang shalehah, mempunyai anak yang berbakti, mempunyai teman yang shaleh dan mencari rizki di negerinya sendiri (HR. Dailami dari Ali ra)



Drs. H. Ahmad Yani

Senin, 26 September 2011

KESENANGAN DUNIA SEMENTARA, KENIKMATAN SURGA ABADI


Kesenangan dunia ini sifatnya sementara, karena kesenangan tersebut hanya dapat kita rasakan untuk waktu yang sangat pendek, berbeda dengan kenikmatan di akhirat yang tidak ada akhirnya :

Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Alloh adalah kekal(QS. An-Nahl (16) : 96.

Sesungguhnya ini adala benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya (QS. Shadd (38) : 54).

Buahnya tak habis-habis dan (demikian pula) naungannya (QS. Ar-Ra’d (13) : 35).
Dalam ayat di bawah ini, Alloh member contoh tentang bagaimana cepatnya dunia akan berlalu :

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia) : kehidupan dunia adalah bagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Alloh Mahakuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS. Al-Kahfi (18) : 45-46).

Alloh menyamakan kehidupan di dunia dengan air hujan yang jatuh dari langit yang membuat tanaman-tanaman tumbuh, berbunga, dan menghasilkan buah. Tetapi, hal itu berlangsung singkat sebelum kesemuanya menjadi layu dan dihembus angin. Demikian pula dengan segala yang kita nikmati di dunia ini, seperti kemudaan, kekayaan, anak-anak, sawah, ladang dan perkebunan, semuanya akan berlalu dalam waktu singkat. Kemudaan, kesehatan dan vitalitas akan digantikan oleh penyakit dan ketuaan, kekayaan dan anak-anak bisa lenyap, seorang pria sewaktu-waktu bisa diambil dari keluarganya, tetapi kehidupan di akhirat tidak akan pernah lenyap dan berlalu :

“…..Dan sesungguhnya negeri akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yakni) surga ‘And yang mereka masuk ke dalamnya dan di bawahnya mengalir sungai-sungai…..” (QS. An-Nahl (16) : 30-31).


Sumber : Ensiklopedia Kiamat, Oleh : Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar.

Rabu, 14 September 2011

GAMBARAN MENGENAI PENDUDUK SURGA

Para penghuni surga akan memasuki surga dengan bentuk dan rupa yang paling sempurna dan paling tampan, dalam rupa seperti bapak mereka, Adam a.s., ketika memasuki surga, karena tidak ada manusia yang lebih sempurna dan lebih tampan dari Adam, yang diciptakan Alloh dengan perawakan yang sangat tinggi. Adam sama tingginya dengan sebuah pohon kurma yang besar, yakni setinggi enam puluh hasta. Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “Alloh telah menciptakan Adam dalam bentuknya tersendiri dengan tinggi enam puluh hasta…. Setiap orang yang memasuki surga akan sama bentuknya dengan bentuk Adam, dengan tinggi enam puluh hasta. Manusia semakin lama semakin pendek setelah zaman Adam.
Bentuk tubuh mereka sangat harmonis dan hati mereka menyatu. Hati dan jiwa mereka suci dan bersih. Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam memberikan gambaran tentang orang-orang ketika memasuki surga, termasuk suatu kelompok yang bercahaya laksana bulan purnama. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “Bentuk mereka seperti bentuk bapak mereka, Adam, dengan tinggi enam puluh hasta.

Hal lain yang menambah keindahan tubuh mereka adalah bahwa tubuh mereka tidak berbulu, dan mata mereka seolah-olah dihiasi dengan celak (sifat mata). Umur mereka 33 tahun, saat manusia berada pada puncak kekuatan, vitalitas dan kepemudaannya. Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Mu’adz ibn Jabal bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam telah bersabda, “Penduduk surga akan masuk ke dalam surga tanpa bulu badan, mata mereka terlihat seolah-oleh memakai celak, dan usia mereka 33 tahun”.
Sebagai diceritakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, orang-orang surga “tidak pernah meludah, buang ingus atau buang air”.

Para penghuni surga tidak pernah tidur. Jabir ibn ‘Abd Alloh dan ‘Abd Alloh ibn Abi Awfa meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “Tidur adalah saudara kematian; penduduk surga tidak pernah tidur”.


Sumber : Ensiklopedia Kiamat, karya : Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar.

Minggu, 14 Agustus 2011

PENDUDUK SURGA AKAN MEWARISI BAGIAN-BAGIAN SURGA YANG SEDIANYA AKAN DITEMPATI PENDUDUK NERAKA




Alloh telah memberikan dua tempat kepada setiap keturunan Adam : sebuah tempat di surga dan sebuah tempat di neraka. Orang-orang yang terjerumus ke dalam kekafiran dan kemusyrikan akan menempati tempat-tempat di neraka yang telah dialokasikan buat penduduk surga, dan tempat-tempat di surga yang sedianya diperuntukkan bagi penduduk neraka akan diberikan kepada para penduduk surga.

Setelah menjelaskan perbuatan-perbuatan baik yang dapat mengantarkan hamba-hambaNya ke surga, Alloh berfirman, “Mereka itulah para pewaris yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (QS. Al-Mu’minum (23) : 10-11).

Dalam menafsirkan ayat di atas, Ibn Katsir mengatakan :

Ibn Abi Hatim mengatakan – dan ia mengutip sanad yang berasal dari Abu Hurairah-bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “tiada seorang pun di antara kalian yang tidak mempunyai dua tempat, satu di surga dan satu di neraka. Seorang mukmin akan dibuatkan sebuah rumah di surga, dan rumahnya di neraka akan dibongkar”. Sebuah riwayat yang sama diceritakan dari Said bin Jubair. Orang-orang mukmin akan mewarisi tempat orang-orang kafir, karena tempat-tempat tersebut diciptakan hanya bagi orang-orang yang menyembah Alloh dan tidak menyekutukanNya dengan yang lain, karena mereka (orang-orang mukmin) telah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, yakni menyembah Alloh, sedangkan orang-orang kafir meninggalkan kewajiban mereka. Dengan demikian, orang-orang mukmin memperoleh apa yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang kafir itu seandainya orang-orang kafir itu patuh kepada perintah Alloh, dan bahkan orang-orang mukmin akan mendapatkan lebih banyak lagi. Muslim meriwayatkan dari Abu Burdah dari Abu Musa bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “Sebagian dari kalangan muslim akan datang pada hari kiamat dengan dosa sebesar gunung. Alloh akan memaafkannya dan akan memindahkan beban dosa itu kepada orang-orang Yahudi dan Kristen”. Menurut sebuah versi lain hadist ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “Ketika hari kiamat tiba, Alloh akan menyediakan seorang Yahudi atau Kristen bagi setiap muslim, dan berkata, “Inilah tebusanmu dari neraka”. Hadist ini mencerminkan makna firman Alloh dalam kedua ayat berikut : “Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa” dan “Itulah surga yang diwariskan kepada kalian disebabkan amal perbuatan yang dahulu kalian kerjakan” (QS. Az-Zukhruf (43) : 72).



Sumber : Ensiklopedia Kiamat, Oleh : Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar.



Minggu, 07 Agustus 2011

JALAN KE SURGA PENUH ONAK DAN DURI




Surga itu sangat tinggi tempatnya dan untuk sampai ke taman-taman yang begitu tinggi dan mulia tersebut memerlukan usaha-usaha yang tidak sedikit. Jalan ke surga penuh dengan hal-hal yang berlawanan dengan keinginan dan kecenderungan hawa nafsu manusia. Untuk itu dibutuhkan tekad dan kemauan yang kuat. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda “Neraka diselubungi oleh syahwat, dan surga oleh kesulitan-kesulitan”. Versi Muslim “dikelilingi”, bukan “diselubungi”.

An-Nasa’I, Tirmidzi dan Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “Ketika Alloh menciptakan surga, Ia mengatakan kepada Jibril, “Lihatlah surga”. Jibril pun pergi untuk melihatnya, lalu kembali dan berkata, “Mahabesar Engkau, tidak seorang pun yang akan mendengar tentang surga kecuali ia akan memasukinya”. Lalu Alloh mengelilingi dengan kesulitan-kesulitan dan berkata, “Pergi dan lihatlah surga”. Pergilah Jibril melihatnya, lalu ia kembali dan berkata “Mahabesar Engkau, aku khawatir bahwa tidak seorang pun akan memasukinya”.

Komentar an-Nawawi mengenai hadist yang pertama tadi :
“Ini sebuah contoh tentang kemampuan Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam berbicara dengan lancar dan ringkas dengan menggunakan kata-kata yang indah, di mana beliau memberikan analogi yang indah. Hadist ini berarti bahwa tidak satupun yang dapat membantu Anda sampai ke surga kecuali dengan melalui kesulitan-kesulitan, dan tidak satu pun yang akan mengantarkan Anda ke neraka kecuali hawa nafsu Anda. Keduanya (surga dan neraka) terselubung, dan barangsiapa dapat menguak selubung itu maka ia akan mencapai apa yang tersembunyi di balik selubung tersebut. Selubung yang menutupi surga dapat dikuak dengan melewati kesulitan-kesulitan, dan selubung yang menutupi neraka dapat dikuak dengan menuruti hawa nafsu. Kesulitan-kesulitan tersebut mencakup pelaksanaan shalat dengan konsisten sabar, menahan amarah, suka memaafkan, sabar, mau bersedekah, berlaku baik terhadap orang yang berlaku buruk terhadap Anda, mengekang hawa nafsu fisik, dan lain sebagainya.


Sumber : Ensiklopedia Kiamat, Oleh : Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar.

Rabu, 03 Agustus 2011

Alhamdulillah...(Laporan Foto Kegiatan Baksos 24 Juli 2011)

Admin memohon maaf dan memohon ampun pada Allohu ta'ala. Karena kesibukan, baik agenda pribadi ataupun yang lainnya.., kilas laporan acara baksos pada tanggal 24 Juli 2011 (kurang lebih 1 pekan yang lalu) baru bisa kami upload.

Tiada kata yang indah selain "Alhamdulillah" atas suksesnya acara pada hari itu. Semua atas pertolonganNya.., melalui kedermawanan donatur.., para relawan panitia..dan berbagai pihak yang mendukungnya yang tidak bisa kami sebut satu persatu. namun kami yakin Alloh Maha Pembalas atas semua usaha tersebut....

Jazakallahu...bagi semua pihak yang telah membantu..., berikut hasil rekamnya berupa foto-foto :


(Pembukaan oleh Ustadz Zam-zami dengan Pembacaan Kalam Ilahi)



(Ceramah Ramadhan oleh Ust. Sofyan)



(Penyuluhan Kesehatan oleh Herbalis : Ust. Safar)



(Sesi Sembako Murah, kurang lebih telah hadir warga kurang lebih 50 org )


(Segenap Panitia)

Setelah selesai acara, maka panitia melakukan makan siang bersama-sama sekaligus mengadakan rapat evaluasi...


dan alhamdulillah saldo dari hasil baksos akan kami gunakan untuk sumbangan anak yatim di pertengahan Ramadhan nanti insyaAlloh..

Selasa, 21 Juni 2011

INVESTASI AKHIRAT MENYAMBUT RAMADHAN






Alhamdulillah,...
insyaAllah Forsila Utama akan mengadakan baksos dan tarhib Ramadhan yang akan dilaksanakan di Kampung Pitara Rt. 006/07, Rangkepan Jaya, Pancoran Mas, Depok, pada tanggal 24 Juli 2011.

acara ini merupakan salah satu proker kami, salah satu proker "keluar", artinya sebagai bukti konstribusi dakwah dan kepedulian kami, yang tentunya dengan terus mengharap ridho dari Allahu ta'ala.

adapun acara ini kami kemas dalam 2 bentuk kegiatan : penjualan sembako murah (insyaAllah hingga di atas 50% dari harga pasar) dan kegiatan ceramah tarhib Ramadhan, sebagai bekal kita untuk menyambut bulan nan berkah itu.

maka tidak ada salahnya ketika kami beri tema "Nikmat dan Berkah Ukhuwah untuk menyambut bulan nan Indah".

harapan kami, bagi para donatur, bagi para pecinta jalan kedermawanan...
agar dapat membantu terselenggaranya acara ini...

peluang INVESTASI AKHIRAT MENYAMBUT RAMADHAN....
kami persembahkan untuk Anda...
mari kita dukung !!!

Kamis, 09 Juni 2011

ORANG PERTAMA YANG MASUK SYURGA

Orang pertama dari seluruh umat manusia yang hidup di dunia yang masuk syurga adalah nabi kita, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dan umat pertama yang akan masuk ke dalamnya adalah umatnya.

Ibnu Katsir mengutip sejumlah hadits yang menerangkan tentang hal ini. Antara lain, hadits yang diriwayatkan Muslim dan Anas bahwa Rasulullah telah bersabda “Aku adalah orang pertama yang mengetuk pintu-pintu syurga”.

Muslim juga meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “Aku akan datang ke pintu surga dan meminta supaya pintu tersebut dibuka. Penjaga surga bertanya, “Siapakah engkau?” Aku berkata, “Muhammad”. Penjaga surga berkata lagi “Aku diperintah untuk tidak membuka pintu ini bagi siapa saja sebelum engkau”.

Bukhari, Muslim dan Nasa’I meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, “Kita adalah umat yang terakhir, tetapi kita adalah umat yang pertama pada hari pembangkitan nanti. Kita adalah yang pertama dari seluruh ummat manusia yang masuk syurga”.

Sumber : Ensiklopedia Kiamat, Karya : Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar

Senin, 28 Maret 2011

Jika Kalian Bersyukur, AKU Tambah NikmatKU Pada Kalian

Setan Membuka Hakikat Penting
Ketika diperintahkan Allah Ta’ala sujud kepada Nabi Adam Alaihis Salam, setan menolak melaksanakan perintah ini. Akibatnya, ia diusir, dimasukkan ke dalam jajaran makhluk terkutuk, dan diancam masuk neraka. Setan tidak hanya mendengar perintah pengusiran dirinya. Tapi, dengan sikap pongah, yang malah menunjukkan kebrengsekannya, ia berjanji akan menyesatkan anak keturunan Adam Alaihis Salam, yang menurutnya menjadi biang keladi pengusirannya dari surge. Setan berkata,

“Saya pasti (menghalang-halangi) mereka dari jalanMU yang lurus. Kemudian saya pasti mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”. (Al-A’raaf : 16-17).

Di sini, setan membuka hakikat penting yang tidak diketahui banyak orang, yaitu mayoritas besar manusia tidak bersyukur kepada Allah Ta’ala dan orang yang selamat di antara mereka adalah orang yang bersyukur.

Definisi Syukur

Kalimat “Syakarat Ad-Dabbatu”, maksudnya, unta itu gemuk. Unta dikatakan gemuk jika terlihat padanya tanda-tanda makanan yang telah dimakannya. Unta dikatakan syakur jika terlihat padanya kegemukan melebihi kadar porsi makanan yang telah dimakannya (Uddatu Ash-Shabirin, hal. 122 dan Madariju As-Salikin, hal. 384).


Hai Keluarga Dawud, Lakukan Syukur kepada Allah
Allah Ta’ala tidak berfirman kepada Nabi Dawud Alaihis Salam, “Ucapkanlah syukur kepada Allah”, namun berfirman, “Lakukanlah”. Ini menandaskan syukur tidak terealisir dengan sempurna, kecuali dengan mengamalkan perintah Allah Ta’ala dan menjauhi laranganNya. Jadi syukur ialah realisasi ibadah itu sendiri. Ini tidak seperti dipahami sebagian besar orang bahwa syukur itu memuji Allah Ta’ala dengan lidah atau komat-kamit setelah shalat, atau setelah makan kenyang.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Menerjemahkan Syukur ke dalam tindakan Nyata
Aisyah Radhiyallahu Anha merasa heran dengan qiyamu lail Rasulullah. Beliau melakukannya hingga kedua kaki beliau bengkak. Dengan nada takjub dan penuh tanda tanya, Aisyah berkata : “Engkau masih berbuat seperti ini, padahal allah telah mengampuni dosa-dosa silammu dan dosa-dosamu pada masa mendatang”. Rasulullah bersabda :” Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?”. (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak memahami syukur sebatas pujian dengan lidah. Menurut beliau, syukur ialah upaya seluruh organ tubuh untuk mengerjakan apa saja yang diridhai pemberi nikmat (Allah).

Seluruh makna syukur ini dirangkum Ibnu Al Qayyim Rahimahullah dengan perkataannya, “Syukur ialah terlihatnya tanda-tanda nikmat Allah pada lidah hambaNya dalam bentuk pujian, di hatinya dalam bentuk cinta kepadaNya dan pada organ tubuh dalam bentuk taat dan tunduk”.
Bentuk konkrit syukur ialah lidah tidak menyanjung selain Allah Ta’ala dan di hati tidak ada kekasih kecuali Dia. Kalaupun seorang mencintai orang lain, ia mencintainya karena Allah. Lalu, cinta ini dialihkan ke organ tubuh, kemudian seluruh organ tubuh mengerjakan apa saja yang diperintahkan kekasih (Allah) dan menjauhi apa saja yang Dia larang. Itulah figure orang syukur sejati.

(Sumber : Taujih Ruhiyah 1, karya : Abdul Hamid Al-Bilali)

Minggu, 06 Maret 2011

AKU BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH (2)

Ah, Seandainya Kita Bersama Mereka
Sungguh berbahagia orang yang menerapkan makna hakiki tawakkal di seluruh aspek kehidupannya, karena ada berbagai kabar gembira untuknya :

1.Ia punya kans besar masuk kelompok tujuh puluh ribu orang yang masuk surge tanpa dihisab, seperti disebutkan di Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim serta ayat,
“Dan mereka bertawakkal kepada Tuhan mereka”. (Al-Anfal : 2).

2.Pengenalannya kepada Allah Ta’ala meningkat ketika ia merealisir nama dan sifat Allah Ta’ala, seperti Al-Qadir (MahaKuasa), Ar-Razzaq (Pemberi Rizki), Al-Muhyi (Dzat yang menghidupkan), Al-Mumit (Dzat yang mematikan), dan lain-lain. Ia pun makin dekat denganNya.

3.Ia tidak melakukan syirik dan tidak tertarik kepada apa saja selain Allah Ta’ala. Ia juga semakin mulia.

4.Ia makin ridho dengan takdir Allah Ta’ala. Inilah kepasrahan total hati kepadaNya.

5.Hatinya tidak ada lagi takut kepada makhluk. Allah Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu, takutlah pada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baiknya Pelindung”. (Ali Imran : 173).

6.Ia semakin mendapatkan petunjuk, dilindungi dari hal-hal buruk, dan seluruh kebutuhannya dicukupi. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
“Barangsiapa ketika keluar rumah berkata, “Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepadaNya. Tidak ada daya dan upaya kecuali denganNya”., maka dikatakan kepadanya “Engkau mendapatkan petunjuk, dilindungi, dan dicukupi”. Setan berkata kepada setan lainnya, “Bagaimana engkau dapat menaklukkan orang yang telah mendapat petunjuk, dicukupi, dan dilindungi (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani).

(Sumber : Taujih Ruhiyah 1, karya : Abdul Hamid Al-Bilali)

Minggu, 06 Februari 2011

AKU BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH (1)

Definisi Tawakkal
Tawakkal sering diucapkan banyak orang di setiap pagi dan moment. Tapi, sedikit dari mereka yang memahami maknanya. Lalu, di antara yang sedikit ini, sedikit pula yang menerapkannya dan merubahnya dari ungkapan kata menjadi realitas konkrit di kehidupannya bersama dirinya sendiri, Allah Ta’ala, dan manusia.
Tawakkal ialah Anda melimpahkan seluruh urusan Anda kepada Allah Ta’ala. Tawakkal juga berarti percaya kepada Allah Ta’ala, beriman kepada kemampuan, kekuatan dan ilmuNya. Jadi, tawakkal ialah bersandar secara total kepada Allah dan hasilnya ialah beriman secara nyata kepada sebagian nama dan sifatNya.

Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah berkata, “Tawakkal itu separoh agama dan separohnya lainnya ialah inabah (taubat). Agama itu ibadah dan isti’anah (minta pertolongan). Tawakkal ialah meminta pertolongan dan inabah adalah ibadah (Tahdzibu Madariji As-Salikin, hal 336).

Jika Anda minta pertolongan kepada Allah Ta’ala, itu berarti Anda mengakui diri Anda lemah dan bodoh, beriman kepada ilmu Allah dan kekuasaanNya. Lalu, Anda tunduk kepadaNya, minta pertolonganNya dan mencintaiNya. Itu semua makna ibadah.

Nabi Yusuf Alaihis Salam dan Dua Sahabatnya
Di tafsirnya yang bermutu, Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah menguatkan pendapat bahwa hukuman Allah Ta’ala kepada Nabi Yusuf Alaihis Salam, berupa mendekam beberapa tahun di penjara disebabkan beliau minta pertolongan kepada manusia, sebelum kepada Allah Ta’ala. Hal itu terjadi, saat Nabi Yusuf berkata kepada sahabatnya, yang beliau yakini akan bebas,
“Terangkan keadaanku pada tuanmu” (Yusuf : 42).

Yang dimaksud dengan kata tuanmu pada ayat itu ialah rajamu. Allah Ta’ala berfirman :
“Maka setan menjadikan lupa ingat Tuhannya (Yusuf : 42).

Maksudnya, setan membuat Nabi Yusuf Alaihis Salam lupa tidak minta pertolongan kepada Allah Ta’ala, dengan menyebut Tuhan hakikinya dan malah minta pertolongan kepada manusia. Allah Ta’ala berfirman,
“karena itu, dia (Yusuf) berasa di penjara selama beberapa tahun. (Yusuf : 42).

Allah Ta’ala tidak rela seseorang minta pertolongan kepada selain Dia, karena selain Dia tidak punya daya dan upaya. Selain Dia, kendati punya kekuatan digdaya, kekuasaan tidak terbatas, dan persenjataan modern, namun tidak lebih dari salah seorang hambaNya, di mana seluruh gerakan, bisikan, dan keinginannya berada di bawah keinginan dan kekuasaan Allah Ta’ala.

Maryam Menggoyang Pohon Kurma
Kita kagum dengan firman Allah Ta’ala di surat Maryam,
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”. (Maryam : 25).

Bagaimana mungkin Maryam dalam kondisi nifas, lelah dan capek setelah melahirkan, hingga tidak dapat bergerak sedikitpun, tapi mampu menggoyang pohon kurma? Padahal, kita tahu pohon kurma itu pohon paling kokoh dan akar-akarnya paling kuat dibandingkan dengan akar-akar pohon yang lain? Selain itu, tandan pohon kurma, yang perlu digoyang agar kurmanya jatuh tentu tinggi sekali, hingga tidak mampu dijangkau oleh tangan? Bagaimana Maryam, yang notabene wanita yang di antara karakternya lemah, ditambah hamil, serta kondisi kejiwaannya tidak ideal ebab ia ketakutan dituduh pezina oleh keluarganya padahal ia orang suci, tapi ia sanggup menggoyang pohon kurma?
Itulah ketentuan Allah Ta’ala dalam mencurahkan tenaga, agar makna hakiki tawakkal terealisir dengan manis. Karena itu, orang yang bertawakkal kepada Allah harus mencurahkan tenaga dan berusaha. Inilah ketetapan Allah. Makna ini terlihat dengan jelas di banyak ayat Al-Qur’an dan sirah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kita lihat Allah berfirman :
“Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tapi Allah yang melempar (Al-Anfal : 17).

Itu terjadi setelah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mengambil segenggam tanah dan melemparkannya ke wajah orang-orang kafir di salah satu perang. Lalu, tanah mengenai mata seluruh orang kafir dna menjadi salah satu sebab kemenangan kaum muslimin. Allah menghendaki sebab tersebut pada Rasulullah, yaitu melempar segenggam tanah, sedang pemberi kemenangan hakiki adalah Allah sendiri. Karena itu Allah tidak “memperhitungkan” lemparan Rasulullah dan menganggap “lemparanNya”. Sebab, setelah bertawakkal kepada Allah, Rasulullah tidak menambahkan sesuatu apapun pada usaha beliau. Hal yang sama terjadi pada tongkat Nabi Musa Alaihis Salam.

(Sumber : Taujih Ruhiyah 1, karya : Abdul Hamid Al-Bilali)

Selasa, 01 Februari 2011

PARA PECINTA WAKTU FAJAR (2)

Orang Yang Mengerjakan Shalat Shubuh dan Shalat Ashar Tidak Masuk Neraka
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan, siapa saja yang konsisten mengerjakan shalat shubuh dan shalat ashar, ia masuk surge dan dijauhkan dari neraka. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tersebut,

“Siapa mengerjakan shalat Shubuh dan shalat Ashar, ia masuk surga”. (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda,
“Siapapun yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (shalat Shubuh) dan terbenam (shalat Ashar), maka tidak akan masuk neraka.” (Diriwayatkan Muslim).

Imam Al-Manawi berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi penekanan khusus pada shalat Shubuh dan shalat Ashar, karena punya nilai lebih dibandingkan shalat-shalat lainnya, atau karena disaksikan malaikat yang bertugas malam dan siang hari, atau karena kedua shalat itu sulit dikerjakan manusia, sebab waktu ashalat Ashar waktu sibuk sedang shalat Shubuh waktu sulit. Karenanya, barangsiapa memperhatikan kedua shalat itu, ia pasti memperhatikan shalat-shalat lainnya. Barangsiapa mengerjakan kedua shalat itu dengan konsisten, tentu ia lebih konsisten mengerjakan shalat-shalat lainnya dan ia nyaris tidak lalai. Jika ia seperti itu, dosa-dosanya diampuni dan ia masuk surga.
Kita amat prihatin pada orang-orang yang mengklaim dirinya dai yang berbaiat kepada Allah Ta’ala untuk mengemban amanah dakwah. Faktanya, mereka manusia paling malas mengerjakan shalat Shubuh berjamaah. Hati mereka terbiasa dengan kondisi seperti itu, lalu memandang diri mereka tidak bermasalah jika tidak mengerjakan shalat Shubuh berjamaah dan tidak menghisab diri mereka atas kelalaian ini. Bagaimana orang yangmempredikatkan dirinya dai yang mengajak kepada kebaikan, tapi ia punya jiwa yang tidak mengecam perilakunya yang tidak mengerjakan salah satu rukun Islam? Apakah ia tidak takut dicap sebagai orang munafik?.

Qur’anul Fajr
Allah Ta’ala berfirman :
“Dan Shalat Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan.”(Al-Isra’:78).

Yang dimaksud dengan Qur’anul Fajr pada ayat di atas ialah shalat Fajar (Shubuh), yang disaksikan para malaikat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ,

“Malaikat yang bertugas malam dan malaikat yang bertugas siang pergi secara bergantian kepada kalian. Mereka bertemu saat shalat Shubuh dan shalat Ashar. Malaikat yang bertugas malam naik, lalu ditanya Allah, padahal Dia lebih tahu daripada mereka, “Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaKu? Para malaikat yang bertugas malam menjawab,”Kami tinggalkan mereka sedang mengerjakan shalat dan datang lagi kepada mereka saat mereka mengerjakan shalat”. (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).

Betapa bahagianya orang mampu berjihad melawan dirinya, tidak menggubris kenikmatan dan kehangatan “ranjang”, serta melawan semua daya tarik yang menyeretnya ke “ranjang”, demi mendapatkan “cek” bersih dari sifat orang munafik, menjadi orang-orang yang layak menerima berita gembira Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan masuk surge, memperoleh kesaksian para malaikat dan pertanyaan Allah Ta’ala. Karena keagungan fajar, Allah bersumpah dengannya saat berfirman,

“Demi fajar. Dan malam yang sepuluh. (Al-Fajr : 1-2)

Fajar itu Standar Untuk Menilai Orang
Para sahabat Radhiyallahu Anhum menjadikan shalat jamaah Shubuh sebagai standar untuk menilai orang. Barangsiapa hadir di jamaah shalat Shubuh, mereka mempercayainya. Dan, barangsiapa tidak menghadirinya, mereka berburuk sangka padanya. Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma berkata, “Jika kita tidak melihat seseorang di jama’ah shalat Shubuh dan Isya’, kita berburuk sangka padanya” (Shahih Ibnu Khuzaimah).

Apakah perkataan Ibnu Umar ini tidak mengguncang hati dai dewasa ini, membuat mereka berlomba dengan orang lain untuk menghirup udara pagi, menjadi orang-orang terdepan yang akan ditulis di buku para malaikat yang bertugas malam dan siang hari, serta menjadi pecinta-pecinta fajar?

(Sumber : Taujih Ruhiyah 1, karya : Abdul Hamid Al-Bilali)

Senin, 31 Januari 2011

PARA PECINTA WAKTU FAJAR (1)

Fajar simbol kemunculan semua kebaikan. Simbol kemenangan. Lambang kehidupan. Identitas masa muda. Bukti gerak dan dinamisme. Dalil kebenaran dan keadilan. Fajar terjadi pada waktu sangat hening. Selain itu, fajar merupakan saat-saat kebeningan, moment pembagian rizki, shalat Fajar (Shubuh) bukti nyata kuatnya iman dan kesuciannya dari kemunafikan, sebab waktu ituu saat serba sulit bagi jiwa manusia. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda di hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim,

“Shalat paling berat pelaksanaannya bagi orang-orang munafik ialah shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Andai mereka tahu kebaikan pada keduanya, tentu mereka mengerjakannya kendati dengan merangkak”. (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).

Udara Pagi
Dr. Abdul Hamid Dayyab berkata, “Manfaat kesehatan yang diperoleh orang dengan bangun pagi banyak sekali. Di antaranya, gas O3 di udara sangat melimpah saat fajar, lalu berkurang sedikit demi sedikit, hingga habis ketika matahari terbit. Gas O3 punya pengaruh positif pada urat saraf, mengaktifkan kerja otak dan tulang. Ketika seseorang menghirup udara fajar yang dinamakan udara pagi, ia merasakan kenikmatan dan kesegaran tiada taranya di waktu mana pun, baik siang atau malam”.

Dua Raka’at Shalat Fajar
Dua raka’at shalat Fajar adalah shalat sunnah qabliyah (sebelum) shalat Shubuh. Shalat ini disukai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, hingga beliau bersabda,

“Dua raka’at shalat Fajar lebih baik dari dunia dan seisinya”. (Diriwayatkan Muslim).

Jika dunia dan seisinyya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dua raka’at shalat sunnah Fajar (Shubuh) di mata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bagaimana dengan keutamaan shalat Shubuh itu sendiri?


(Sumber : Taujih Ruhiyah 1, karya : Abdul Hamid Al-Bilali)

Kamis, 01 Juli 2010

Anggaran Rumah Tangga

ANGGARAN RUMAH TANGGA
FORUM SILATURAHIM ALUMNI “UTAMA”

BAB SATU
SASARAN DAN SARANA

Pasal 1 : Sasaran
Sasaran dalam mencapai tujuan organisasi di lakukan melalui usaha yang keras untuk mewujudkan manusia-manusia muslim yang jujur dan bertanggung jawab serta berakhlaqul karimah kepada Keluarga dan lingkungannya. Sasaran organisasi terbagi ke dalam Divisi Keagamaan, Divisi Ekonomi dan Humas.

Pasal 2 : Divisi Keagamaan
1. Terjaganya kelangsungan Agama Islam dalam bentuk yang asli dan ber kesinambungan khususnya dalam lingkup organisasi dan umumnya di luar organisasi.
2. Terbentuknya kepribadian islam yang kuat yang menjadiakan mereka t manusia yang berani menghadapi tantangan zaman.

Pasal 3 : Divisi Ekonomi dan Sosial
1. Terbentuknya jiwa berwira usaha untuk menjadikan keluarga yang mandiri dan sejahtera
2. Memanfaatkan potensi yang di miliki untuk membantu keluarga dan lingkunganya.

Pasal 4 : Divisi Humas
1. Mendayagunakan kemampuan anggota dalam menjadikan layanan informasi
2. Menjadikan sumber daya manusia yang mampu merekrut dan mempererat silahtuhrahim.


Pasal 5 : Sasaran dan Prasarana
Dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi di gunakan cara dan sarana yang tidak bertentangan dengan norma hokum dan agama,antara lain :
1. Menggunakan sarana dialogis dengan pihak intern maupun pihak-pihak ekstern yang perkepentingan untuk kemaslahatan bersama.
2. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang tidak bertentangan dengan tujuan organisasi.


BAB DUA
KEANGGOTAAN

Pasal 6 : Syarat Keanggotaan
1. Warga Negara Indonesia,laki-laki maupun perempuan
2. Berstatus alumni dan kelluarga UTAMA



3. Setuju dengan tujuan-tujuan organisasi
4. Berakhlqul karimah
5. Mengajukan permohonan menjadi anggota organisasi kepada secretariat.
6. Melaksanakan dan disiplin terhadap kewajiban-kewajib yang di amanahkan.

Pasal 7 : Jenis-Jenis Keanggotaan
1. Anggota pemula : yaitu mereka yang telah mengajukan permohonan untuk menjadi anggota organisasi yanga di atur / di catat oleh sekretariat
2. Anggota madya : yaitu mereka yang tercatat dalam keanggotaan organisasi dan telah lulus pelatihan
3. Anggota kehormatan : yaitu mereka yang berjasa kepada organisasi dan di kokohkan dalam majelis syuro


Pasal 8 : Hak-hak Anggota
1. Hak-hak anggota Pemula :
a. Ikut dalam acara-acara resmi organisasi
b. Memperoleh kartu anggota

2. Hak-hak anggota Madya :
a. Ikut dalam acara-acara resmi organisasi
b. Ikut dalam pelatihan tingkat selanjutnya
c. Memberikan usul dan saran baik di minta maupun tidak.

3. Hak-hak anggota kehormatan :
a. Ikut dalam acara-acara resmi organisasi
b. Memberikan usul dan saran baik di minta maupun tidak.

Pasal 9 : Kewajiban Anggota
1. Menjaga niat yang ikhlas
2. Menjadi teladan bagi lingkungan
3. Menjadi nilai-nilai kejujuran , pengorbanan, dan kebenaran yang universal
4. Membiasakan Musyawarah
5. Bersilatuhrahmi
6. Komitmen dengan pertemuan-pertemuan dan program yang di tetapkan
7. Secara teratur membayar uang bulanan

Pasal 10 : Gugurnya Keanggotaan
1. Mengundurkan diri atau di berhentikan
2. Meninggal dunia
3. Pemberhentian anggota tidak di benarkan kecuali dengan keputusan Dewan pimpinan Organisasi dan atas persetujuan serta rekomendasi Majelis Syuro di karenakan hal-hal berikut :
a. Tidak memenuhi kewajiban anggota atau salah satu syarat ke anggotaan
b. Hal-hal yang dianggap ssebagai alasan uantuk memberhentikannya sesuai hikum yang berlaku di lingkungan organisasi


BAB TIGA
MUSYAWARAH ORGANISASI

Pasal 11 : Musyawarah
Musyawarah adalah Forum Pengambilan Keputusan

Pasal 12 : Peserta Musyawarah Organisasi
1. Musyawarah organisasi di selenggarakan satu kali dalam dua tahun dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Anggota musyawarah organisasi
b. Para anggota Dewan pimpinan organisasi
c. Para anggota Majelis syuro
2. Majelis Syuro berhak menambah jumlah peserta musyawarah organisasi yang di perlukan, misalnya para tokoh dan pakar di bidang tertentu.

Pasal 13 : Tugas Musyawarah Organisasi
Musyawarah Organisasi merupakan kekuasaan tertinggi dalam organisasi dalam tugas sebagai berikut :
1. Memilih dan menetapkan serta memperhatikan keanggotaan Majelis Syuro
2. Memperhatikan keanggotaan dewan pimpinan organisasi

Pasal 14 : Penyelenggaraan Musyawarah Organisasi
1. Musyawarah Organisasi di selenggarakan dengan membentuk ke panitiaan oleh Majelis Syuro yang setidak tidaknya terdiri dari :
a. Seorang ketua berasal dari anggota Majelis syuro
b. Seorang sekretaris berasal dart anggota dewan pimpinan organisasi
c. Dan beberapa anggota
2. Musyawarah Organisasi / istimewah di hadiri oleh mayoritas anggota dan apabila yang hadir tidak mencapai forum maka dapat di tunda 30 hari selanjutnya dengan jumlah tidak kurang dari 3/4 anggotanya,apabila tidak hadir juga, berlaku ketentuan AD.
3. Undangan harus di terima anggota 10 hari sebelumnya dengan di lampirkan susunan acaranya.


BAB EMPAT
MAJELIS SYURO

Pasal 15 : Anggota Majelis Syuro
1. Anggota Majelis Syuro sebanyak banyaknya 7 orang,dengan syarat keanggotaannya sebagai berikut :
a. Usia tidak kurang dari 20 tahun
b. Telah menjadi anggota
c. Berkelakuan baik
d. Melaksanakan asas dan tujuan organisasi
e. Komitmen dengan kewajiban-kewajiban anggota
f. Mengetahui hukum-hukum syari’ah
g. Amanah dan berwibawa



2. Jika ada anggota majelis Syuro berhalangan, maka Majelis Syuro berhak mengesahkan keputusannya.
3. Majelis Syuro berhak mengangkaat orang-orang yang di butuhkan organisasi, terdiri dari para ahli sebagai anggota tidak tetap dengan catatan tambahan itu tidak lebih dari 10% jumlah anggota.

Pasal 16 : Tugas Majelis Syuro
1. Memilih dan menetapkan ketua,wakil,dan sekretaris Majelis Syuro
2. Memilih dan menetapkan ketua Dewan Pimpinan Organisasi
3. Bertanggung jawab menyusun tujuan-tujuan Organisasi, keputusan-keputusan, dan rekomendasi Musyawarah organisasi
4. Menetapkan,mengawasi, dan mengefaluasi pelaksanaan langkah-langkah kerja tahuanan Dewan Pimpinan Organisasi
5. Mengampil sikap tegah dalam hal pencemaran nama baik,kritik,pengaduan dan tuntutan-tuntutan yang berkaitan dengan organisasasi
6. Apabila masa kerja Majelis syuro telah habis kemudian trjadi situasi yang tidak memungkinkan terselenggaranya Musyawarah Organisasi untuk memilih Majelis yang baru,maka majelis tersebut masih tetap dianggap berlaku hingga berakhirnya situasi
7. Selain hal-hal yang disyaratkan AD/ART atau hal yang bersifat darurat maka keputusan-keputusan Majelis Syuro di keluarkan dengan mayoritas yang hadir, jika jumlah suara sama maka diskusi di ulangi kembali dan pengmbilankeputusan juga di ulang. Apabila terjadi sama kembali maka yang di putuskan adalah pihak dimana ketua Majelis Syuro berada.




Disusun dan sahkan di :
Jakarta, 18 Shafar 1431 / 24 Januari 2010


Ketua, Sekretaris,



R i f k i Natalia

Ketua Majelis Syuro,


Panggih Waluyo

Anggaran Dasar

Bismillaahirrohmaanirrohiim

ANGGARAN DASAR
FORUM SILATUHRAHIM ALUMNI “UTAMA”


MUQADDIMAH
Segala puji bagi Allah subhana wata’ala atas segala karunia dan nikmat-Nya kepada seluruh makhluq di alam ini. Tidak ada satupun makhluq-Nya yang terlewat dari pengawasan dan rahmat Allah subhana wata’ala. Sholawat dan salam teriring kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, suri tauladan umat manusia, yang telah menyabarkan risalah Islam di muka bumi ini.

Manusia diciptakan oleh Allah subhana wata’ala dalam bentuk sebaik-baiknya. Dan sebagai bekal hidup di dunia ini, Allah subhana wata’ala memberikan potensi akal, jasad dan ruh kepada manusia. Hanya manusia yang mampu mengembangkan potensi diri itulah yang akan selamat pada kehidupan dunia dan akhirat.

Namun pada kenyataannya, di saat menjalani kesibukan rutinitas, kita sering melupakan hal yang sebenarnya menjadi sebuah kewajiban dari Allah ta’ala yakni untuk senantiasa menyambung silaturahim dan menjalin komunikasi sesama muslim. Oleh sebab tersebut, maka diperlukan sebuah wadah sebagai wasilahnya. Dengan harapan juga agar mampu mensinergikan seluruh potensi para anggota silaturahim, sehingga selain menjadi sarana silaturahim juga mampu bermanfaat bagi orang lain sebagai wujud nyata bahwa Islam memang “Rahmatan lil ‘Alamin”.


BAB SATU
NAMA DAN WAKTU

Pasal 1, Nama
Organisasi ini bernama Forum Silatuhrahim Alumni “Utama” (Universitas Tama Jagakarsa selanjutnya disebut Utama) atau disebut Forsila Utama

Pasal 2, Waktu
Forsila Utama didirikan pada tanggal 24 Oktober 2009 sampai waktu yang tidak ditentukan.






BAB II
TEMPAT DAN KEDUDUKAN

Pasal 3
Forsila Utama berkedudukan di Jakarta Selatan

BAB III
ASAS , SUMBER NILAI DAN LAMBANG

Pasal 4
Forsila Utama berasaskan Islam.

Pasal 5
Sumber nilai Forsila Utama adalah Al-Quran, Sunnah dan Ijma para Ulama

Pasal 6
Forsila berlambangkan sebuah segi delapan dengan dasar warna biru muda yang berisikan huruf fa’ namun hampir membentuk lingkaran yang terlihat ditulis oleh sebuah pena, tepat di bawahnya ada dua tangan yang sedang berjabatan.

Penjelasan :
1. Segi delapan melambangkan adanya kebaikan yang disebarkan ke seluruh penjuru dunia sebagai wujud rahmatan lil ‘alamin.
2. Dasar warna biru langit menandakan ketinggian cita-cita atau visi dan misi
3. Huruf fa’ sebagai identitas bahwa wadah ini merupakan sebuah forum silaturahim, bentuknya yang hampir melingkar mirip seorang ibu yang sedang memeluk anaknya, menunjukkan rasa mengayomi seluruh anggotanya.
4. Pena menunjukkan bahwa kegiatan di dalam silaturahim Forsila tidak terlepas dari dasar keilmuan atau keilmiahan dari Allah Yang Maha Esa.
5. Jabat tangan menandakan kuatnya ukhuwah di antara anggota sebagai penopang seluruh kegiatan di dalamnya.


BAB IV
SASARAN

Pasal 5
Sasaran Forsila Utama adalah alumni dan keluarga alumni Utama.






BAB V
TUJUAN

Pasal 6
Sebagai wadah silaturahim yang berperan dalam pembinaan alumni serta keluarga alumni Utama menuju perbaikan.

BAB VII
KEANGGOTAAN

Pasal 7
Setiap Alumni dan keluarga Alumni “UTAMA“ dapat menjadi anggota organisasi

BAB VIII
STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 8
Struktur Organisasi ini adalah sebagai berikut :
1. Musyawarah Organisasi
2. Majelis Syuro
3. Dewan Pimpinan Organisasi.

Pasal 9, Musyawarah organisasi
Musyawarah Organisasi adalah lembaga kekuasaan tertinggi organisasi dengan wewenang mengangkat dan memberhentikan anggota Majelis syuro dan menerima pertanggungjawaban dan memperhatikan Dewan Pimpinan Organisasi.

Pasal 10, Anggota Majelis Syuro
Majelis Syuro adalah lembaga tertinggi organisasi yang terdiri dari 7 orang yang di pilih oleh Musyawarah Organisasi.

Pasal 11, Tugas majelis Syuro
1. Majelis Syuro bertanggung jawab membuat dan menetapkan tujuan-tujuan organisasi keputusan-keputusan,dan rekomendasi Musyawarah Organisasi.
2. Memilih dan menetapkan Dewan pimpinan Organisasi.

Pasal 12, Masa Jabatan
1. Masa jabatan Majelis Syuro adalah 2 (dua) tahun.
2. Masa jabatan Majelis Syuro adalah 2 (dua) priode dan sesudah itu tidak dapat di pilih kembali.


Pasal 13, Anggota Dewan Pimpinan Organisasi
Dewan Pimpinan Organisasi adalah lembaga tinggi organisasi yang sekurang-kurangnya beranggotakan sebagai berikut :
1. Seorang Ketua
2. Seorang Sekretaris
3. Seorang Bendahara
4. Bidang-bidang yang dianggap perlu.


Pasal 14, Tugas Dewan Pimpinan organisasi
Dewan Pimpinan organisasi adalah unit kepemimpinan organisasi pada tingkat pusat yang bertanggung jawab terhadap jalannya kegiatan organisasi.

Pasal 15, Masa Jabatan
1. Masa Jabatan Dewan pimpinan Organisasi adalah selama 2 (dua) tahun
2. Masa Jabatan Ketua adalah 2 (dua) priode dan setelah itu tidak dapat di pilih kembali.


BAB IX
HUBUNGAN ANTAR STRUKTUR

Pasal 16, Hubungan Antar Struktur
Hubungan antar lembaga di atur dalam Anggaran Rumah Tangga


BAB X
KEUANGAN

Pasal 17, Sumber Keuangan
Keuangan organisasi ini terdiri dari sumber-sumber berikut :
1. Iuran rutin anggota
2. Sumber-sumber lain yang halal dan tidak mengikat Keuntungan investasi dan kegiatan-kegiatan ekonomi organisasi.


BAB XI
PERATURAN UMUM DAN KONVERSI

Pasal 18, Perubahan Anggaran Dasar
Perubahan Anggaran Dasar organisasi sebagai berikut ;
1. Permintaan perubahan berikut alasan alasannya di ajukan kepada Majelis Syuro untuk menilai kelayakannya sebelum di agendakan dalam Musyawarah dalam Organisasi.
2. Perubahan dianggap sah bila di setujui oleh dua per tiga anggota Musyawarah Organisasi yang hadir.

Pasal 19, Hubungan Dan Kerja Sama Organisasi
1. Organisasi menjalin hubungan dan kerja sama secara baik dengan berbagai pihak di luar maupun dalam lingkup organisasi
2. Majelis Syuro memberikan rekomendasi kepada Dewan Pimpinan Organisasi dalam hal menjalin dan atau memutuskan hubungan kerja sama dengan organisasi lain.

Pasal 20, Pembubaran Organisasi
1. Organisasi hanya dapat di bubarkan oleh Musyawarah Organisasi yang di adakan untuk keperluan itu dan disetujui oleh Majelis Syuro.



2. Musyawarah Organisasi tersebut adalah sah apabila di hadiri sekurang-kurangnya tiga perempat jumlah peserta yang berhak hadir dalam acara itu, sedangkan keputusannya dianggap sah apabila di setujui oleh sekurang-kurangnya tiga perempata jumlah suara yang hadir.
3. Apabila terjadi pembubaran maka hak milik organisasi di hibahkan kepada Badan-Badan Sosial Islam yang di lakukan oleh panitia pembubaran organisasi yang di bentuk oleh Musyawarah Organisasi.


BAB XII
ATURAN PENUTUP

Pasal 21, Ketentuan Anggaran Rumah Tangga
1. Hal-hal yang belum di tetapkan dalam Anggaran Dasar di atur dalam Anggaran Rumah Tangga
2. Anggaran Rumah Tangga adalah tafsir dan penjabaran atas anggaran Dasar yang di rekomendasikan oleh Majelis Syuro.

Pasal 22, Tentang Pengesahan Anggaran Dasar
Anggaran Dasar ini untuk pertama kalinya di sahkan oleh Majelis Syuro, dan berlaku sejak tanggal 24 Januari 2010 hingga Musyawarah Organisasi pertama, yang untuk selanjutnya disempurnakan dan di sahkan dalam Badan Pimpinan Organisasi.







Disusun dan sahkan di :
Jakarta, 18 Shafar 1431 / 24 Januari 2010


Ketua, Sekretaris,



R i f k i Natalia

Ketua Majelis Syuro,


Panggih Waluyo